Istri Wali Kota Bogor, Yane Ardian Ikut Tampilkan Karya Seni di Pameran Perupa Perempuan

40 lebih karya seni yang ditampilkan dalam Pameran Perupa Perempuan Kota Bogor, 5 diantaranya ialah milik istri Wali kota Bogor, Yane Ardian. (Foto: Pemkot Bogor)

Bogor- Istri Wali Kota Bogor, Yane Ardian ikut meramaikan gelaran Pameran Perupa Perempuan Kota Bogor. Kali ini, Yane menampilkan 5 karya seni yang berjudul antara lain Pengantin Menanti, Mom and Daughter, Shy Girl, Perempuan Topi Merah dan Nunggu Dilamar. Yane berpendapat, lukisan hasil karyanya mengekspresikan emosi jiwanya.

“Untuk durasinya berbeda-beda, ketika saya sedang happy, saya bisa menyelesaikan satu lukisan dalam waktu 5 jam, namun jika emosi sebaliknya, lukisan yang saya buat bisa memakan waktu berhari-hari atau lebih, bahkan ada satu lukisan yang saya buat dalam kurun waktu satu bulan, yakni Mom and Daughter,” kata Yane di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Sabtu (21/12/2019).

5 karya ini ditampilkan diantara 40 karya lainnya. Menurutnya, lukisan yang dibuat mengekspresikan emosi dan menggambarkan suasana hati yang berbeda-beda. Pameran Perupa Perempuan Kota Bogor dengan tema I’m in Love 2019 yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota.

“Dalam aliran dekoratif ibaratnya saya mau meletakan mata dimana dan hidung dimana, bebas-bebas saja. Kita bisa mengekspresikan kombinasi warna dengan bentuk seperti itu,” katanya.

Dirinya juga menerangkan sebagai personal yang introvert, tidak mudah mengungkapkan apa yang dirasakan. Sejak kecil dirinya selalu memilih gambar untuk mengekspresikan emosi atau suasana hatinya. Untuk aliran dari hasil karyanya, Yane menyebut aliran dekoratif. Alasannya karena tidak memiliki batasan perspektif yang baku.

Karya-karya Yane Ardian

Yane Ardian, istri wali kota bogor adalah seorang gadis Bogor pada 28 Desember 2002. Yane lahir di Panaragan Bogor dan keluarga Yane tinggal di Gang Aut Bogor. Ayah Yane almarhum Ardi Rahman (Tan Ki Hoan) semasa hidupnya adalah pengusaha angkot.

Yane memang memiliki beberapa karya seni dan ini merupakan kedua kalinya Yane mengikuti pameran. Sebelumnya pada 2014 dirinya mengikuti pameran lukisan bersama komunitas yang sama di Hotel Salak The Heritage.

Dalam lukisan yang ditampilkan, tampak ada kombinasi akrilik kolase dengan bahan kain perca. Yane memberi penjelasan, selain melukis dirinya menggeluti kerajinan kain perca sejak 11 tahun lalu. Berangkat dari bekal dan pengalaman tersebut dirinya berkeinginan agar kombinasi kedua bahan menjadi identitas dalam lukisan hasil karyanya.

“Itu menjadi ciri khas dan identitas saya, bisa dilihat semua lukisan saya ada kombinasi akrilik kolase dengan kain perca. Selain warna yang selalu ada hitam, merah dan hijau,” tuturnya.

Bagi para perupa perempuan Bogor, Yane berharap agar lebih dikenal dan lebih eksis.
Untuk itu dirinya berjanji untuk terus menjaganya karena selain sahabat, para perupa perempuan Bogor juga aset Kota Bogor untuk membangun Kota Bogor sebagai kota seni.

“Saya ingin membawa perempuan Kota Bogor mempersembahkan hasil karyanya dengan angle yang berbeda-beda,” imbuhnya.