Wali Kota Bogor: PKK Mengabdi Secara Pamrih

Penghargaan Adibakti Pratama bagi 4 kader PKK Kota Bogor diberikan saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-47 Tahun 2019 Tingkat Kota Bogor. (Foto: Pemkot Bogor)

Bogor- Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan bahwa PKK Kota Bogor yang mengabdi secara pamrih. Pujian ini disampaikan kepada empat PKK penerima penghargaan Adibakti Pratama, Senin (30/09/2019).

Pemberian penghargaan ini diberikan bersamaan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-47 Tahun 2019 Tingkat Kota Bogor. sejumlah penghargaan diberikan TP PKK Kota Bogor kepada para kadernya salah satunya penghargaan Adibakti Pratama.

Diantaranya penghargaan Adibakti Pratama bagi 4 kader PKK yang diterima Hj. Indira Sambas yang telah mengabdi selama 35 tahun, Hj. Elly Yamin mengabdi selama 25 tahun, Hj. Elly Yus Herdiyus mengabdi selama 25 tahun dan Hj. Ecin Oyok Sukardi mengabdi selama 25 tahun.

“Semoga keteladanan yang ditunjukkan menjadi inspirasi bagi para kader lainnya” ujarnya.

Mewakili yang lain, Hj. Elly Yamin usai menerima penghargaan menuturkan, pengabdian yang diberikan dilakukannya secara ikhlas ingin menggerakkan PKK Kota Bogor dengan hati yang paling dalam demi kesejahteraan masyarakat dan kesejahteraan bersama

Tingkatkan Fungsi Kerja PKK

Pada kesempatan tersebut, Yane Ardian Bima Arya, membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, yang menitikberatkan pada 2 hal pokok, yaitu meningkatkan terus fungsi kinerja gerakan PKK dengan bakti dan karya nyata serta kerja tanpa pamrih meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan program-program PKK agar selaras dengan program pemerintah.

“HKG PKK tahun ini agak berbeda, para narasumber yang dihadirkan adalah para orang tua kita, keempat penerima penghargaan Adibakti Pratama. Pengabdian dan peran yang ditunjukkan para orang tua kita ini dilandasi keikhlasan yang sungguh luar biasa,” kata Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian Bima Arya di Gedung Poetri SKI, Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Senin (30/09/2019)

Dengan tiga peran utama PKK, yakni sebagai penggerak, sebagai pencatatan dan sebagai penyuluhan. Jika dikaitkan dengan kondisi dan berita yang beredar saat ini, melalui peran penyuluhan, PKK bisa memberikan sosialisasi kepada para keluarganya agar jangan sampai termakan berita hoax yang bisa mengadu domba dan menghancurkan rakyat Indonesia.

“Semoga PKK bisa menjadi pemicu bagi keluarga di Kota Bogor agar menjadi keluarga yang amanah dan tidak mudah terpengaruh berita hoax,” harap Yane.