Wali Kota Bogor, Bima Arya Jelaskan 9 Inovasi Pemkot Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya mempresentasikan 9 inovasi dari 47 inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. (Foto: Pemkot Bogor)

Bogor- Aplikasi SMART dari DPMPTSP menjadi salah satu dari 9 inovasi dari 47 inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya di depan tim juri penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019.

Berlangsung di Ruang Operation Room Gedung B, Lantai 2 Setjen Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (27/09/2019).

“Saat ini era disruptif dimana birokrasi pemerintahan perlu melakukan langkah-langkah konkrit dengan terus berkreasi dan berinovasi. Inovasi membuat pemerintah bisa mengikuti perkembangan zaman, tapi yang diperlukan adalah kreasi dan inovasi yang bukan insidental saja,” kata Bima.

Beberapa langkah yang telah dilakukan di Kota Bogor. Pertama, memastikan semua kreasi dan inovasi terasionalisasi. Jadi ada Perwali yang dibuat untuk mendorong agar semua pegawai berinovasi.

Kedua, membangun suatu sistem yang mendukung, sehingga ada perubahan kultural perilaku di Pemkot Bogor.

“Ada anggaran, ada aturannya, ada juga reward dan punishment, sehingga siapa saja yang berinovasi akan diapresiasi,” kata Bima.

9 Inovasi Pemkot Bogor

Selain Aplikasi SMART inovasi lainnya yakni Simtaru (Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang) dari Bappeda, Si Badra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran) dari Diskominfostandi, Botak (Bogor Tanpa Kantong Plastik) dari DLH, KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dari Dinkes, Sekolah Ibu dari DPMPPA dan PKK, SIMRAL dari BPKAD, Manik Bule (Maggot Organik Pada Budidaya Lele) dari Dinas Pertanian dan Kampung Tematik Sekebun (Kampung Batik Cibuluh).

Wali Kota Bogor menyebutkan bahwa setiap tahun inovasi terus bertambah, tahun ini saja tercatat ada 47 inovasi yang telah dilakukan dan beberapa akan dinilai Kemendagri.

“Pada intinya inovasi saat ini adalah suatu keharusan yang tidak saja harus dilakukan karena persyaratan atau ketentuan dari kementerian, tapi betul-betul harapan untuk memudahkan warga,” jelasnya.

Kota Bogor kedepan kata Bima, menginginkan kota yang Ramah Keluarga sesuai dengan Visinya 2019-2024 dan semua inovasi ujungnya untuk mewujudkan Kota Ramah Keluarga.

Presentasi tersebut dinilai langsung Kaban Litbang Dodi Riyadmadji, Kapus Inovasi Daerah Matheos Tan, Tim Juri IGA 2019 dari UCLG ASPAC Helmi Abidin, Kapusat LAN Elly Fatimah, Ristek Dikti Muhammad Amin, Kapus Inovasi LIPI Yan Riyanto, Kabid Inkubasi Teknologi LIPI Setiowiji Handoyo, BPP Kemendagri Sitti Aminah, BPP Kemendagri Hadi Supratikta.

Turut mendampingi, Kepala DLH Elia Buntang, Kepala DPMPTSP Denny Mulyadi, Kepala Diskominfostandi Firdaus, Kepala Distani Irwan Rianto, perwakilan Bappeda dan perwakilan DPMPPA.