Sanggar Edas Ingin Terus Lestarikan Kesenian Sunda

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie Rachim mengaku bangga melihat anak-anak di sanggar begitu mencintai dan menyayangi seni budaya Sunda. (Foto: kotabogor.go.id)

Bogor Timur – Pimpinan Sanggar Etnika Daya Sora (Edas) Ade Suarsa mengatakan bahwa saat ini Sanggar Edas terus berupaya melestarikan kesenian Sunda. Upaya tersebut dilakukan dalam bentuk pembuatan karya seni, latihan, pemetasan, disertai dengan adanya inovasi.

Ade menuturkan, kecintaan terhadap seni dan budaya Sunda membuat ia dan teman-teman sanggar berkomitmen untuk senantiasa menjaga dan melestarikan kesenian tersebut, terutama di kalangan anak muda Kota Bogor. Melalui kesenian inilah Sanggar Edas ingin turut serta mengharumkan nama Kota Bogor, salah satunya melalu prestasi.

“Insya Allah melalui kesenian kami terus bisa mengharumkan nama Kota Bogor,” ujar Ade.

Tidak sedikit prestasi yang pernah ditorehkan Sanggar Edas, baik di tingkat kota maupun nasional. Salah satunya adalah penghargaan nasional pada Festival Musik tahun 2016 yang digelar di Palu. Penghargaan tersebut diraih diberikan atas nama Ade Suarsa sebagai penata musik terbaik pada ajang Festival yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada tahun sebelumnya, Ade terpilih sebagai penyaji terbaik tingkat Jawa Barat. Berkat prestas itulah Sanggar Edas ditunjuk mewakili Jawa Barat untuk maju ke tingkat nasional. Ade berharap prstasi dan karya-karya yang ditorehkan oleh Sanggar Edas bisa meningkatkan promosi pariwisata Kota Bogor.

“Semoga bisa menjadi model baru dalam mempromosikan pariwisata Kota Bogor dan Sanggar Edas lebih berinovasi,” katanya.

Dikunjungi Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie Rachim saat mengunjungi Sanggar Edas di Jalan Raya Tajur, Bogor Timur mengaku sangat bangga melihat anak-anak di sanggar begitu mencintai dan menyayangi seni budaya Sunda. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus melihat langsung proses latihan di Sanggar Edas.

“Kami pernah bilang ke Kang Ade ingin berkunjung ke Sanggar Edas. Alhamdulillah hari ini Allah memberi kesempatan untuk bersilaturahmi,” tutur Bima.

Bima mengatakan, sementara pada kebanyakan anak muda menyukai budaya dan gaya hidup luar negeri seperti K-Pop dan sejenisnya, namun anak-anak di Sanggar Edas ini masih menyukai kesenian Sunda seperti Tari Badong, topeng, dan lain sebagainya.

Bima kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ade yang telah memfasilitasi dan melatih anak muda di Kota Bandung. Ia berpesan, jangan hanya sekadar mengejar prestasi, tetapi yang paling utama adalah melestarikan dan mencintai budaya Sunda.

“Saya yakin bahwa latihan seni ini pasti bedampak pada pembangunan karakter anak,” sambungnya.

Ade mangaku bangga lantaran sanggarnya mendapatkan kunjungan spesial dari wali kota dan wakil wali kota. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Bogor. Ia berharap, ke depannya bisa terus bersinergi bersama pemerintah kota untuk terus melestarikan kesenian tradisional dan mengharumkan nama Kota Bogor di ajang nasional, bahkan internasional.