Capai Swasembada Pajale di HKP 2019, Bupati Ajak Masyarakat Bersinergi

Untuk mewujudkan swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale), Bupati Bogor mengajak masyarakat petani dan pelau usaha di bidang pertanian untuk bersinergi bersama pemerintah kabupaten. (Foto: Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor)

Kabupaten Bogor – Kabupaten Bogor tengah menyiapkan peringtan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 yang akan dilaksanakan pada 4-5 Juli bertempat di kantor Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan. HKP kali ini merupakan momentum pencapaian swasembada pangan padi, jagung, dan kedelai (pajale), serta pengkajian produksi komoditas pertanian strategis lainnya.

Untuk mewujudkan swasembada tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin mengajak masyarakat petani dan pelaku usaha di bidang pertanian untuk bersinergi bersama pemerintah kabupaten. Bupati berharap Kabupaten Bogor mampu menciptakan kemandirian petani dalam pencapaian swasembada melalui program upsus padi, jadung, kedelai, dan komoditas pertanian strategis lainnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat tani.

“Hari Krida Pertanian Tingkat Kabupaten ini menjadi titik awal para pelaku pertanian untuk menjadikan pertanian sebagai primadona di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

HKP menjadi momen penting sebagai hari penghargaan kepada masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di sektor pertanian. Pemberian penghargaan tersebut nantinya diharapkan dapat mendorong munculnya cipta, karsa, dan karya yang lebih besar dan berguna bagi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Pada hari itu masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur atas kekayaan alam yang melimpah seperti air, tanah, iklim, kekayaan flora dan fauna, yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia,” ujar Bupati.

Sebagai Promosi Potensi Lokal

Selain itu, Ade Yasin juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi kegiatan usaha pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan di Jawa Barat, terutama di wilayah Kabupaten Bogor. Peringatan HKP tahun ini juga diharapkan sebagai upaya mempromosikan berbagai potensi lokal seperti produk olahan kopi.

Ia menerangkan, potensi tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Babakanmadang, Pamijahan, Rumpin, Cisarua, dan Megamendung. Potensi kopi di Kabupaten Bogor terdiri dari kopi robusta dan kopi arabika. Kopi Bogor ini dinilainya berpotensi menjadi peyangga kehidupan ekonomi masyarakat.

“Terutama bagi para petani serta memberikan dampak yang signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah,” imbuhnya.

Upaya pemerintah daerah, lanjut Bupati, yakni memberikan pembinaan kepada para petani kopi untuk mengelola proses produksi mulai dari hulu ke hilir. Dirinya optimis, produk kopi di daerahnya bisa bersaing dengan produk kopi asal daerah lain di tingkat nasional maupun dalam skala ekspor.

“Terbukti dalam beberapa kesempatan kompetisi dan lelang, Kopi Bogor memperoleh respon yang positif dari para pakar, baik dalam aspek kualitas maupun cita rasa,” lanjutnya.