Kabupaten Bogor Jalin Kerja Sama Pariwisata dengan Korea Selatan

Pemkab Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dalam sektor pariwisata di Hotel Lake Santul, Babagan Madang, Kabupaten Bogor. (Foto: @ademunawarohyasin/instagram)

Sentul Pemerintah Korea Selatan melawat ke Kabupaten Bogor dalam rangka menjalin kerja sama kepariwisataan, Rabu (1/5/2019). Kerjasama dengan tema “Bogor Regency – South Korea Partnership Meeting” yang diadakan di Hotel Lake Sentul, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata di daerah tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber antara lain Wakil Duta Besar Republik Korea Selatan Jeon Jo Young, Duta Besar Kehormatan Provinsi Jeju Korea Selatan untuk Indonesia Rokhim Dahuri, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, dan beberapa pimpinan perusahaan di Indoensia.

Dalam kesempatannya, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yaitu sekitar 5,8 juta jiwa. Sementara luas wilayahnya sekitar 298,8 ribu hektar dengan kondisi lahan yang subur, kondisi alam yang indah dengan topografi berbukit dan bergunung, serta potensi sumber daya alam melimpah.

“Maka dari itu, kami mengajak para investor Korea Selatan untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Bogor,” terangnya dalam press release Diskominfo Kabupaten Bogor.

City of Sport and Tourism

Dalam lima tahun ke depan, lanjut Ade, Kabupaten Bogor akan dicanangkan sebagai City of Sport and Tourism. Hal ini ditunjang dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut, khususnya sarana dan prasarana olahraga dan pariwisata.

Ade juga menambahkan, Dubes Kehormatan Jeju Korea Selatan telah membuka beberapa peluang kerja sama antara Indonesia dengan Provinsi Jeju Island, antara lain ekspor kopi luwak, pengembangan health tourism, dan pengembangan rute penerbangan langsung Indonesia – Jeju Island.

Saat ini, sambungnya, sudah terdapat sebanyak 165 pelaku usaha Korea yang berinvestasi di Kabupaten Bogor atau sekitar 18,79% dari seluruh pelaku usaha yang berinvestasi di daerahnya itu. Pelaku usaha ini bergerak di lima sektor yaitu sektor industri, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran, sektor kehutanan, sektor hutan dan rstoran, serta sektor jasa lainnya dengan nilai investasi sebesar 462,35 miliar rupiah atau setara dengan 3,45 juta US Dolar.

“Terima kasih kepada investor Korea Selatan yang memilih Kabupaten Bogor sebagai lokasi dari prototype water treatment project. Kami berharap proyek water treatment ini mampu menambah kapasitas produksi air bersih yang dikelola PDAM Tirta Kahuripan,” terang Ade.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Rahmat Sudjana menyampaikan, target kunjungan wisata di Kabupaten Bogor sebanyak 10 juta wisatawan per tahun dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Dirinya mengaku optimis bisa mengejar target tersebut lantaran laporan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun selalu meningkat.

“Tahun ini 8 juta, tahun depan 8,5 juta. Sampai lima tahun itu 10 juta wisatawan per tahun. Mayoritas wisatawan berasal dari domestik yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Sementara wisatawan mancanegara didominasi turis asing dari Timur Tengah,” tutur Rahmat.