Workshop Nasional Akumandiri, IUMKM terima Tantangan Jaman Now

Dalam acara Gathering dan Workshop Asosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri yang diselenggarakan di hotel Santa Monica Convention Resort, Cisarua, Bogor, 16-18 Desember 2017, diulas bagaimana Usaha Mikro dan Kecil Menengah (IUMKM) menghadapi tantangan zaman sekarang.

Acara yang bertajuk “IUMKM Terima Tantangan Jaman Now” itu, pada malam pembukaannya, (16/12) dihadiri pihak Artha Graha Group yang selama ini telah menjalin mitra dengan Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri.
Melalui Yayasan Artha Graha Peduli, Artha Graha Group telah membuktikan kepeduliannya dalam membangun IUMKM serta bagaimana perannya dalam mendorong percepatan pembangunan nasional.

Acara yang dibuka oleh Ketua Umum Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri, Hermawati Setyorinny itu bertujuan untuk membangun kekompakan para pengurus di seluruh Indonesia. Acara ini juga dimaksudkan agar para pengurus menambah kompetensinya dalam mengembangkan usahanya di daerahnya masing-masing.

“Di sini kita berbeda agama, suku dan latar belakang tetapi kita satu Bhineka Tunggal Ika. Meskipun kita semua berbeda-beda, tetpai kita semua memiliki tujuan yang sama yaitu menyiapkan bekal yang dibawa setelah mati,” ungkap Rinny biasa akrab disapa.

Melalui kegiatan industri dan usaha mikro kecil menengah yang berbasis kebersamaan dan gotong royong inilah setiap pengurus dan anggota Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri menyiapkan bekal yang akan dibawanya nanti. Dengan kata lain, usaha tersebut harus membawa manfaat dalam memajukan kesejahteraan bersama.
Sambung Rinny, dalam membangun kesejahteraan bersama maka diperlukan gotong royong di antara para pengurus. “Di tempat inilah para pengurus harus guyub (bahasa Jawa: Membaur-rukun red), saling kenal dan bertukar pikiran dalam membangun IUMKM di daerahnya masing-masing” imbuh wanita asal Semarang tersebut.

Selanjutnya, pihak Artha Graha yang diwakili oleh Ketua Harian Yayasan Artha Graha Peduli, Indra S Budianto dalam acara Ngopi, Ngobrol Inspirasi bersama para pengurus Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri, menjelaskan peran Artha Graha dalam mendorong percepatan pembangunan IUMKM se-Indonesia.

“Ini sebenarnya berawal dari kekhawatiran presiden Jokowi dalam memasuki tahun 2018 ini. Uang yang sudah dikeluarkan triliunan untuk membangun daerah tapi masih berjalan sangat lambat,” kata Indra.

Maka dari itu, peranan Artha Graha bersama Bank-Bank lain untuk menyalurkan dana tersebut agar tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan IUMKM semakin terbuka. Artha Graha sendiri sudah setahun ini menjalin kemitraan dengan Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri yang merupakan ‘Bapak Angkat’ dari pengusaha industri mikro dan kecil menengah.

Seperti pada tahun sebelumnya, untuk tahun yang akan datang, KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Artha Graha masih berkonsentrasi pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan industri kecil lainnya. Mengingat sektor inilah yang masih perlu digenjot perkembangannya sebagai sentra usaha masyarakat hampir di setiap daerah di Indonesia.

“Yang perlu diingat di sini dalam penyaluran KUR kita tidak pernah menganggap bank-bank lain sebagai kompetitor. Masih ada 80 juta Kepala Keluarga (KK)  yang memerlukan KUR. Tidak bisa kita menjalankan itu sendiri, kita harus bersama-sama,” tandasnya.

Indra yang juga menjabat sebagai Direktur MSE Bank Artha Graha ini mengingatkan kepada para pengurus agar selalu bekerja keras dan memperbanyak jaringan dengan siapa pun, terutama antar sesama pelaku usaha mikro dan kecil menengah. Pasalnya, dalam era ‘Jaman Now’ saat ini, tantangan semakin dinamis. Namun, di lain sisi potensi dan peluang juga semakin banyak,  maka harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan usaha.

“Tahun depan sudah ada Asean Free Trade Area (AFTA), Negara lain atau asing masuk bukan hanya membawa uang tetapi juga produk-produknya. Jangan sampai sawah, kebun dan potensi yang kita miliki semuanya dimiliki oleh asing. Lalu bagaimana dengan anak cucu kita nanti?,” seloroh dia.

Pria yang dikenal bersahaja dan murah senyum ini menceritakan soal perekonomian di Hawaii. Kendati menjadi Negara bagian dari Amerika Serikat, namun semua bangunan di sana dimiliki oleh Jepang.

“Jangan sampai kita seperti itu. Mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian bisa menjalankan usaha dengan baik dan saling bergotong-royong,” pungkasnya.

Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari ini, selain dihadiri Artha Graha, juga dihadiri oleh mitra-mitra Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri lainnya. Di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), Microsoft, Bank Negara Indonesia (BNI), Garuda Indonesia Cargo, dan Nurbaya Initiative yang semua akan mengupas materi soal IUMKM dari sudut pandang bidangnya masing-masing.

Acara ini dihadiri kurang lebih 80 pengurus Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri Se-Indonesia. Pada acara penutupan dilaksanakan juga fun game dan kunjungan ke Taman Safari yang bertujuan untuk semakin terjalin erat hubungan antar pengurus.