Sentul City Putus Aliran Air Warga

whatsapp-image-2016-12-06-at-10-34-03-am-1

PT. Sentul City Tbk, memutus pasokan air minum ke 50 rumah di kawasan real estate. Keputusan ini akan dilaksanakan mulai 1 Des 2016, menyusul adanya ketidakpatuhan warga untuk melaksanakan kewajiban membayar tagihan sehingga memunculkan kecemburuan warga lain yang telah melaksanakan kewajibannya. Selama ini Sentul City bekerjasama dengan PDAM Tirta Kahuripan untuk penyediaan air minum melalui PT. Sukaputra Graha Cemerlang namun ada investasi dan biaya operasional bulanan untuk mengalirkan dari titik di Kandangroda; 17km dari Sentul City dengan beda elevasi 150 Meter.

Keputusan ini memunculkan protes dari Komite Warga Sentul City (KWSC) selaku salah satu kelompok warga penghuni di kawasan Sentul City tersebut. Namun, pengelola Sentul City menyampaikan bahwa, persoalan ini sudah ditelaah sedemikian rupa dan merupakan hak perusahaan sesuai nasihat dari Kuasa Hukum Sentul City.

“Keputusan ini sudah sesuai dengan Surat Bupati untuk tetap memberikan pasokan. Adapun pemutusan terhadap para penunggak adalah demi tetap bisa melayani mayoritas warga yang tidak mau kenyamanan sebagai pembayar tertib terganggu. Jika ada perbedaan cara pandang terhadap sisi interpretasi hukum silakan berhubungan dengan Kuasa hukum kami karena kami telah menyerahkan hal ini kepada Kuasa hukum,” ujar konsultan hukum Sentul City, Antoni.

Surat Bupati yang dimaksud Antoni, adalah surat Nomor 690/511-Perk tertanggal 21 Maret 2016. Surat tersebut merupakan jawaban atas surat Ketua Komite Warga Sentul City Nomor. 005/KWSC.P/11/2016 tanggal 2 Februari 2016 perihal Pelaksanaan/Penertiban Air di Sentul City serta memperhatikan PP Nomor 122 Tahun 2015. Menurut Antoni, Surat Bupati seringkali di salahtafsirkan, dan dijadikan bahan untuk tidak membayar kewajiban.

Ricky salah satu warga yang mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Sentul City mengaku setuju pemutusan aliran air ke rumah warga yang tidak mau membayar kewajiban. Menurut Ricky, setiap perumahan, setiap tempat pasti ada aturan main. “Ada tata tertibnya sendiri dan itu wajar demi kenyamanan,”. Ia juga kecewa adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok warga atas masalah ini.

Demo ini tidak mewakili warga, saya tidak mau gara gara demo begini nanti pelayanan menurun, sampah tidak diambil atau security tidak berkualitas seperti sekarang, maka saya akan kejar KWSC” tegasnya.

Di tempat terpisah, Direktur Pengelola PT. Sentul City Tbk, Jonni mengatakan, pihaknya tetap mengurus sebaik mungkin pasokan air, sebagaimana amanat Bupati Bogor. Namun jika tetap harus terus menerus bergesekan dengan warga yang keberatan membayar tagihan sesuai tarif air Sentul City ini tentu akan berdampak pada beban operasional pengelolaan air minum.

“Jika keadaan seperti ini berlanjut terus, tidak tertutup kemungkinan pengelola terpaksa menghentikan pemasokan air kepada warga perumahan Sentul City ini dalam waktu dekat ini. Makanya terpaksa pengelola harus cut lost sebelum terlanjur lebih parah. Namun saat ini harapan mulai timbul karena sudah mulai banyak warga yang sadar dan mulai menyelesaikan kewajibannya sebelum pemutusan air ke rumah terpaksa dilakukan.” ujar Jonni.

Jonni menyesalkan di tengah munculnya kesadaran membayar oleh sebagian warga sangat disayangkan masih ada sebagian kecil warga yang tidak setuju untuk membayar.