Tuntut Ganti Rugi, Pembudidaya Ikan Pamijahan Sepakat Akan Lapor Presiden

ikan

Tuntutan uang ganti rugi belum juga didapatkan oleh para Pembudidaya ikan di Pamijahan yang merugi akibat bencana longsor efek dari pemapasan tebing yang dilakukan oleh PT Jaya Dinamika Geohidroenika (JDG). Setelah berbagai upaya ditempuh tanpa hasil yang diharapkan, wargapun berinisiatif akan mengadukan masalah mereka ke Presiden RI Joko Widodo.

Tepat hari ini, Selasa (22/11/2016) setahun sudah tragedi itu berlalu, longsor di lokasi proyek mengakibatkan keruhnya aliran sungai cianten. Akibatnya sentra budidaya ikan mas di Desa Cibunian dan sekitarnya merugi karena ikan mas tercemar lumpur dan mati semua tidak sempat terjual. Kerugian ditaksir mencapai 6,3 milyar, hal ini terjadi saat mereka akan menjelang panen.

Berbagai upaya ditempuh warga termasuk analisa dari tim Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Hasilnya sama, Walhi menilai tanah longsor akibat kelalaian PT JDG, Walhi juga mendesak agar kerugian warga akibat rusaknya aliran sungai Cianten tersebut harus diganti.

“Lelah kita sudah mengadu ke Bupati dan DPRD pun sudah, ke Walhi butuh perjuangan. Kalau tidak juga ada realisasi petani takut uang ganti rugi tidak kembali. Harapan terakhir kami tentu akan mengadukan masalah ini ke Presiden Jokowi,” ujar Ihsan warga setempat saat ditemui pada acara selamatan mengenang setahun tragedi longsor.

“Tolong ditanggapi keluhan kami, yang punya perusahaan ditegor,” ujar beberapa warga memelas.