Liput Balap Liar, Wartawan Jurnal Bogor Dikeroyok

Wartawan Jurnal Bogor melaporkan tindak kejadian ke kantor polisi.
Wartawan Jurnal Bogor melaporkan tindak kejadian ke kantor polisi.

Cibinong, BOGOR DAILY** Tindak kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Bogor. Kali ini, korbannya adalah wartawan Harian Jurnal Bogor, Noverando Hutagalung, yang dikeroyok oleh delapan orang berbadan tegap dan berambut cepak.

Kejadian berawal saat Noverando tengah melakukan peliputan balapan liar di Jalan Alternatif Sentul, Kecamatan Sukaraja, tepatnya di depan SPBU 34-16707 pada pukul 03.30 Wib, Minggu (21/12) dinihari.

Kemudian, datang delapan orang berbadan tegap dan berambut cepak yang menggunakan empat sepeda motor mencoba membubarkan aksi balap liar itu dengan memukuli para pembalap liar. Seakan belum puas melancarkan aksi brutalnya, mereka lantas menyasar beberapa sepeda motor yang terparkir di depan SPBU.

“Karena motor saya yang menjadi sasaran, saya menegur mereka bahwa itu bukan motor yang digunakan untuk balap liar, melainkan kendaraan operasional liputan. Tetapi, pria cepak-cepak itu tak mau tahu. Mereka bilang, ‘Nggak ada urusan dengan wartawan’. Lantas mereka langsung memukuli saya dengan bambu dan balok. Bahkan, salahsatu oknum ada yang mengeluarkan senjata api sambil mengacungkannya ke atas dan menodongkannya kepada para pembalap liar,” papar Noverando.

Beruntung, Noverando bisa melarikan diri walau para pelaku sempat mengejarnya.”Saya kabur, dan pelaku sempat mengejar, tetapi saya berhasil menyelamatkan diri,” terangnya.

Noverando menuturkan, setelah berlari sejauh 500 meter, dan melihat situasi sudah aman, Iapun kembali ke depan SPBU untuk mengejar para pelaku yang masuk ke Gang Kondang Kedunghalang, yang jaraknya hanya 200 meter dari Mako Polres Bogor Kota.

Akibat pemukulan tersebut, kini Noverando mengalami luka dalam di bagian punggung kanannya dan kepala bagian belakang. “Punggung dan leher saya terasa sakit sekali,” singkatnya.

Lebih lanjut, saat ini ia telah melaporkan pengeroyokan tersebut kepada Polres Bogor dan Kodim 0621.”Saya sudah visum, dan membuat laporan. Saya siap membawanya ke ranah hukum,” tegasnya.

Pakar hukum Universitas Pakuan, Bintatar Sinaga mengatakan, penganiayaan yang dilakukan oleh oknum tersebut jelas merupakan perbuatan pidana. Menurutnya, kasus tersebut harus dibawa ke ranah hukum agar memberikan efek jera pada oknum aparat yang diduga membekingi praktik balap liar tersebut.

“Ini adalah perbuatan pidana. Apalagi itu oknum aparat. Kasus ini harus segera dilaporkan kepada Propam jika oknum tersebut TNI, atau Provos kalau oknum tersebut Polisi,” ujar Bintatar ketika dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (21/12).

Menurutnya, apabila oknum tersebut sudah terbukti melakukan penganiayaan dapat dikenakan pasal 351 ayat 1 dan 2 serta 354 ayat 1 tentang penganiayaan. Dia menjelaskan, seperti tertera pada pasal 354 ayat 1. “Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, dapat diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana maksimal delapan tahun penjaran” kata dia.

Lebih lanjut Bintatar menambahkan, apabila memang pelakunya merupakan oknum aparat, maka itu adalah cerminan yang kurang baik. “Tindakan tak terpuji tersebut sangat mencoreng Instansi. Jangan mentang-mentang anggota bisa main hakim sendiri. Apalagi korban sudah menunjukan identiasnya sebagai wartawan. Tindakan arogan aparat tidak bisa dibenarkan jika seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Jurnal Bogor, Suut Amdani mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan awak redaksi Jurnal Bogor. “Keadilan harus ditegakkan oleh aparat di atas segalanya,” katanya.

Ia juga mengatakan, awak redaksi sudah dibekali identitas jelas dan mengaku sebagai jurnalis yang tengah melaksanakan peliputan. “Jika ada orang yang tidak mengindahkan hal itu, bisa diartikan menghalangi tugas wartawan yang sudah diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman dua tahun penjara,” tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB), Haryudi mengaku prihatin dan menyarankan agar Noverando dan Harian Jurnal Bogor menempuh jalur hukum. “Jalur hukum harus ditempuh, seret oknum-oknum yang terlibat di dalam pengeroyokan itu. Dulu wartawan Radar Bogor juga pernah dipukuli di Air Mancur oleh oknum aparat” pungkasnya.