Dollar Naik, Industri Baja Ringan Tahan Harga

Industri rangka baja ringan Jaya Mandiri Truss.
Industri rangka baja ringan Jaya Mandiri Truss.

Bogor – BOGORDAILY ** Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sempat menyentuh Rp13.000 per dollar membuat sejumlah barang impor naik harga. Di saat dollar tinggi, sejumlah barang bangunan seperti rangka baja ringan ikut terpengaruh.

“Koil, atau bahan dasar pembuat baja ringan yang diimpor dari Vietnam terpengaruh tukar dollar. Meski begitu, kami Jaya Mandiri Truss tetap mempertahankan harga lama,” kata Hilmi Wijaya, pemilik Jaya Mandiri Truss di Jalan Sholeh Iskandar No. 8, Salabenda, Kabupaten Bogor.

Hilmi memilih menahan harga sebagai cara untuk menjaga loyalitas pelanggan. Rangka baja terpasang per meter dibanderol Rp120 ribu sampai Rp125 ribu. “Persaingan makin ketat, kita kasih kemudahan kepada pelanggan, tidak naikkan harga, dan menyediakan jasa instalansi,” jelasnya.

Kebutuhan rangka atap baja ringan untuk berbagai kebutuhan konstruksi properti dewasa ini terus tumbuh seakan menggeser kaso (rangka kayu). Rangka baja ringan yang lebih tahan terkadap keropos, rayap, hingga anti praktik ilegal loging menjadi salah satu pendorong moncernya bisnis ini.

Tak heran jika, Jaya Mandiri Truss kebanjiran order ribuan batang perbulannya untuk kebutuhan market di Bogor saja. Produk Jaya Mandiri Truss juga memenuhi SNI dengan bahan Zinclume G 550 Az 100 kekuatan rentang 550 MPA, dan bergaransi hingga 10 tahun. Produknya profil C (tipe 65-75), dan Reng (tipe 35-45).