Investor Muda Suka Beli Saham Perusahaan Berkembang

Nusa Muktiadji, Ketua STIE Kesatuan Bogor. (Foto: Suut Amdani)
Nusa Muktiadji, Ketua STIE Kesatuan Bogor. (Foto: Suut Amdani)

Pelaku industri pasar modal di Indonesia mamang masih minim. Namun, sebagian kecil mahasiswa sudah mulai menerjuni pasar modal ini. Salahsatunya melalui Pojok Bursa Efek Indonesia.

Di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor, mahasiswa juga sudah mulai berani membeli saham. Bahkan, sekolah tinggi ini juga pernah mendapat penghargaan kategori investor mahasiswa terbanyak.

“Mahasiswa sudah mulai membeli saham. Kebanyakan yang dipilih saham perusahaan yang baru berkembang. High Risk High Return, memang pilihan yang spekulatif, dan cocok bagi pemuda seperti mahasiswa,” kata Nusa Muktiadji, Ketua STIE Kesatuan Bogor, kemarin.

Untuk mendorong mahasiswa menjadi investor muda, pihak sekolah memang mewajibkan kepada mahasiswanya. “Sebagai praktik langsung, apa yang sudah mereka pelajari di kampus,” terangnya.

Nusa juga mengatakan, kini saham sangat terjangkau bagi semua kalangan. “Sekarang ini satu lot sudah seratusan lembar, jadi harga satu lembar saham hanya Rp100 ribu, sangat terjangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga giat meningkatkan jumlah investor domestik Indonesia, dalam rangka memajukan pasar modal. Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, beberapa tahun mendatang, mahasiswa berpotensi sebagai pelaku industri pasar modal.

“Kenapa kita perkenalkan kepada mahasiswa? Saat ini mereka emang tidak punya modal tapi kita harus mengingat bahwa investor muda ini, dengan mereka mengenal pasar modal sekarang, nanti lima tahun mendatang mereka akan menjadi pelaku industri. Dengan demikian harus kita kenalkan sejak sekarang. Memang dari segi nilai investasi tidak signifikan, tapi untuk langkah ke depan,” tuturnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, sebagian besar manfaat investasi di Indonesia dinikmati oleh asing. “Investor domestik harus ditingkatkan. Agar manfaat investasi dinikmati investor lokal. Terdapat 64 persen saham dimiliki asing. Kalau dapat keuntungan, yang untung pihak asing. Akan lebih baik dan merata kalau manfaat itu dinikmati oleh kita,” ungkapnya.

Nurhaida menilai, jika perkembangan suatu negara tidak terlepas dari aspek-aspek perekonomian yang salah satunya adalah pasar modal. “Peran pasar modal sejajar dengan sektor keuangan lainnya seperti perbankan,” imbuhnya.