Mahasiswa IPB Temukan Pelumas Ramah Lingkungan

Kampus IPB di Dramaga, Kabupaten Bogor. (Foto: Net)
Kampus IPB di Dramaga, Kabupaten Bogor. (Foto: Net)

Kabupaten Bogor, BOGOR DAILY ** Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mengembangkan mikroalga menjadi minyak pelumas untuk mesin robot industri. Mereka adalah Bayu Irianto, Prisca Sari Paramudhita, Reza Febriansyah, dan Pipit Nurmala, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Minyak pelumas dari mikroalga ini berguna mengurangi gesekan pada mesin robot industri, sekaligus sebagai pembersih dan menyerap logam berat. Formulasi baru minyak pelumas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja robot.

Bayu Irianto menilai, semua kecanggihan teknologi mesin robot terletak pada sistem kontrol dan sensor yang membuat pergerakan menjadi fleksibel. Pergerakan yang kompleks, menurutnya, dapat menurunkan kinerja robot. Itulah mengapa, robot membutuhkan minyak pelumas yang sesuai untuk menunjang semua aktivitasnya.

“Minyak sintetis biasanya digunakan untuk mereduksi gesekan dan meminimalkan penggunaan komponen dari perangkat mekanis. Selain itu, faktor penting dari pelumas adalah viskositas dalam menentukan sifat hydrodynamic pelumas tersebut. Semakin besar viskositas suatu pelumas akan semakin besar pula kekuatan untuk melawan gaya intermolekul pelumas tersebut saat bergesekan diantara perangkat saat beroperasi,” terang Bayu seperti dilansir dalam keterangan pers IPB, Jumat (3/10).

Ia mengatakan, minyak pelumas di pasaran umumnya ditambah dengan zat aditif berupa sulfur, klorin, dan fosfor yang dapat membentuk lapisan di permukaan bahan untuk mengurangi gesekan.

”Padahal, penggunaan klorin dan fosfor telah dibatasi karena bersifat tidak ramah lingkungan. Untuk itu, dibutuhkan zat aditif baru yang bersifat ramah lingkungan,” katanya.

Alternatif baru untuk menjawab kebutuhan produk yang ramah lingkungan, melalui penggunaan minyak mikroalga dan penambahan nano ZnO dan chitosan nanoparticle.

”Keunggulan minyak mikroalga adalah biodegradable, tidak beracun, memiliki viskositas tinggi, dan volatilitas yang rendah. Penambahan nano chitosan sebagai pembersih, yaitu dengan cara menyerap logam berat,” tuturnya.