Langkah Pemkot Bogor Perangi Masalah Sampah Kota

Aktifitas petugas kebersihan Kota Bogor tengah membersihkan sampah di penampungan sementara yang terlihat meluap. (Foto: Humas)
Aktifitas petugas kebersihan Kota Bogor tengah membersihkan sampah di penampungan sementara yang terlihat meluap. (Foto: Humas)

Kota Bogor, BOGOR DAILY ** Estonia Packcycling, NGO asal Estonia melawat ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, memperkenalkan teknologi pengolahan sampah, Selasa (7/10/2014).

Anti Tammeoks, Production and Logistic Manager Estonia Packcycling mengatakan keberhasilanya mengolah sampah kota sebanyak 22.500 ton dari 165.000 ton per tahun.

Ini berarti, sekira 59 persen dari total sampah kota berhasil didaur ulang menjadi produk bernilai guna. “Kami mengumpulkan sampah berupa kemasan bekas yang berasal dari rumah tangga maupun perkantoran,” kata Tammeoks, kepada Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman di Balaikota Bogor.

Tammeoks menjelaskan, pengolahan sampah di kotanya berawal dari masalah sampah di negaranya, terutama sampah plastik.

“Sebagai langkah awal, dilakukan sosialisasi pada masyarakat untuk membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, sehingga pengolahan sampah menjadi lebih mudah,” kata Tammeoks seperti dilansir laman resmi Pemkot Bogor.

Di negara tersebut juga mengenakan denda kepada warga yang masih menggabungkan sampah rumah tangganya. Dari sampah-sampah tersebut dihasilkan material yang dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat, seperti tas dan kertas daur ulang.

“Dalam mengolah produk daur ulang ini kami melibatkan para penyandang cacat,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat pun mengaku tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Estonia. “Masalahnya selama ini kami sering mendapat tawaran kerjasama dalam pengolahan limbah namun tidak pernah mendapat tindak lanjut. Kami berharap tawaran ini bisa terealisasi,” tuturnya.

Ade mengatakan, selain teknik pengolahan sampah, pemilahan sampah oleh masyarakat Bogor juga belum bisa. “Mungkin perlu diagendakan kunjungan balasan ke Estonia, untuk mempelajari lebih jauh mengenai teknis pengolahan limbah disana,” tutup Ade.