Penjualan Sepeda Motor Medio September Landai

Produksi – Produksi sepeda motor Yamaha telah dilakukan di pabrik lokal di Jakarta. (Foto: IST)
Produksi – Produksi sepeda motor Yamaha telah dilakukan di pabrik lokal di Jakarta. (Foto: IST)

BD, BOGOR – Penjualan sepeda motor di Bogor bulan ini diprediksi tak jauh dari bulan lalu, alias landai. Kondisi penjualan sepeda motor hingga medio September malah cenderung turun. Salahsatunya terjadi pada Aneka Jasa Motor, di bilangan Jalan Sholeh Iskandar, Salabenda, Kota Bogor.

“Penjualan bulan ini kecenderungan bisa turun, namun tidak besar. Prediksinya tetap sama dengan bulan lalu. Bisa turun sedikit karena bakal menghadapi hari raya Idul Adha, sudah jadi siklus tahunan, tradisi di bulan Haji,” kata Oki Mulia Hartono, Kepala Cabang Aneka Jasa Motor, Senin (15/9).

Oki mengatakan, banyak faktor memengaruhi kondisi market sepeda motor tahun ini. Ia menyebutkan, sejak lebaran lalu hingga sekarang tidak ada perbaikan demand.

”Biasanya lebaran itu puncaknya penjualan. Tahun ini, lebaran tidak ada kenaikan. Normal-normal saja seperti bulan biasa. Ini berlangsung hingga bulan ini,” kata pengelola dealer resmi Yamaha ini.

Merujuk data polreg, penjualan motor merek Yamaha di wilayah kota dan kabupaten Bogor pada Juli lalu secara total sebanyak 14.621 unit. Kabupaten menjadi demand paling besar sebanyak 12.211 unit dan kota 2.410 unit.

Oki menyebut, tipe matik Yamaha Series masih menjadi primadona penjualan, dengan market share sebanyak 73% disusul tipe mopet 14% dan tipe sport 13%.

”Yang perlu dicermati tipe sport Yamaha terus tumbuh. Apalagi, kini produk Yamaha di tipe sport makin komplit dengan R15 dan R25. Market motor sport ini cukup cemerlang ke depannya,” katanya.

Selain demand menurun, peraturan baru OJK yang memperketat pembiayaan pembelian sepeda motor secara kredit melalui leasing juga turut melambatkan penjualan.

Seperti diketahui, DP atau uang muka pembelian secara kredit dipatok 20% dari harga jual. ”Belum lagi dengan proses survey yang cukup ketat. Namun ini bertujuan untuk menekan angka kredit macet, saya rasa cukup bagus,” pungkasnya.