Mahasiswa UIKA Masuk Kampung Berantas Buta Aksara

Dialog – Panitia program KKN UIKA 2014 berdialog dengan para pemangku kebijakan daerah tingkat kecamatan. (Foto: Suut Amdani)
Dialog – Panitia program KKN UIKA 2014 berdialog dengan para pemangku kebijakan daerah tingkat kecamatan. (Foto: Suut Amdani)

BD, BOGOR – Buta aksara masih menjadi pekerjaan rumah oleh pemerintah provinsi Jawa Barat, termasuk di tiga kecamatan, Cijeruk, Caringin dan Cigombong, yang berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Bogor. Diperkirakan ada 2.000 orang buta aksara di tiga kecamatan tersebut.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibnu Khaldun Bogor, bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, sebanyak 400 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Fakultas Agama Islam, masuk kampung untuk memberantas buta aksara.

”Tujuan dari KKN ini salahsatunya untuk memberantas buta aksara di tiga kecamatan tersebut. Karena dari data awal yang kami himpun dari pemerintah Jabar, masih banyak terdapat masyarakat tidak bisa baca tulis,” terang Fahrudin Sukarno, Wakil Ketua KKN UIKA 2014, Rabu (10/9/2014), usai prosesi penutupan program KKN di Cijeruk.

Selama 40 hari, mahasiswa terjun langsung di tengah masyarakat. Bersoisalisasi, menerapkan pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah dalam kehidupan nyata.

”Setelah mereka tahu ilmunya, saatnya mereka menerapkan. Karena nanti setelah mereka lulus, pasti akan berada di tengah masyarkat. Harus bisa menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujarnya.

KKN kali ini juga merupakan yang pertama kali dengan gabungan dua fakultas. ”Awalnya KKN model ini diterapkan di fakultas agama islam. Tahun depan, Kampus UIKA merencanakan KKN gabungan dari seluruh fakultas yang ada,” imbunnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mendorong pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

”Kita tengah mengidentifikasi apa saja permasalahan yang ada di tiga kecamatan tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan dapatkan laporan keselurhan dari mahasiswa KKN. Kami simpulkan dan rekomendasikan. Kami juga akan monitoring perkembangan yang sudah dilakukan mahasiswa di sana, agar terus berjalan,” pungkasnya.