IPB Terjunkan Relawan Berkeahlian Awasi Pemotongan Hewan Qurban

Penjualan hewan qurban mengalami peningkatan jelang Idul Adha. (Foto: Tempo).
Penjualan hewan qurban mengalami peningkatan jelang Idul Adha. (Foto: Tempo).

Dramaga, BOGORDAILY – Sebentar lagi, ummat Muslim di Indonesia merayakan hari raya Idul Adha yang ditandai dengan pemotongan hewan Qurban sebagai salahsatu ibadah dalam Islam.

Pemilihan dan cara pemotongan hewan Qurban hendaknya sesuai dengan syariat Islam, dan tidak meninggalkan pengawasan oleh dokter hewan, kata Dr. Denny Widaya Lukman, dosen Fakultas Kedokteran Hewan Istitut Pertanian Bogor (IPB).

”Pemotongan hewan Qurban perlu mendapat pengawasan dari dokter hewan. Pengawasan ini untuk memastikan penyediaan daging supaya aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Denny saat menjadi narasumber Siaran Pedesaan di RRI Bogor, kemarin.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemotongan hewan kurban boleh dilaksanakan di luar rumah potong hewan (RPH), namun tetap harus di bawah pengawasan dokter hewan.

Kewenangan pengawasan pemotongan hewan ini berada di Dinas yang membidangi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner. Mengingat banyaknya lokasi pemotongan hewan dan keterbatasan tenaga pemeriksa Dinas, FKH IPB menugaskan mahasiswa dan dosen turut dalam pengawasan pemotongan hewan qurban.

Tahun ini, ada lima Dinas di Kabupaten dan Kota Bogor yang bekerjasama dengan FKH IPB dalam pengawasan pemotongan hewan kurban, yakni Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Pertanian Kota Depok, dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang.

Adapun, IPB menerjunkan mahasiswa sebanyak 674 orang dan 50 dosen. Dosen dalam hal ini bertindak sebagai pemeriksa dan supervisor.

Penempatan para relawan ini diatur oleh Dinas, dan akan berada di lokasi sehari sebelum hari Idul Adha (H -1). FKH IPB pun mengadakan pelatihan bagi mahasiswa pemeriksa, terutama pemeriksa baru. Pelatihan bagi mahasiswa pemeriksa baru meliputi teori dan praktik pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Latih DKM

FKH IPB juga telah menugaskan beberapa dosen sebagai narasumber pada pelatihan pemeriksaan hewan kurban atas permintaan beberapa Dinas yang membawahi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, antara lain Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan beberapa wilayah di Jakarta.

Pada 28 September 2014 FKH IPB, khususnya National Zoonoses Center, bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mengadakan pelatihan sehari kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kabupaten Bogor.

Pelatihan tersebut mencakup penyampaian teori dan demonstrasi pemotongan hewan yang halal dan sehat, serta pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Denny menjelaskan, beberapa pengawasan yang dilakukan oleh dokter hewan meliputi penerapan kesejahteraan hewan pada penanganan sebelum penyembelihan sampai saat disembelih, dan pengawasan proses pemotongan.

”Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan sebelum disembelih (antemortem), pemeriksaan kesehatan daging dan jeroan setelah disembelih (postmortem),” katanya.

Ia menerangkan, tujuan pengawasan untuk menjamin hewan yang disembelih sehat dan tidak mengalami perlakuan yang tidak baik, menjamin pemotongan hewan yang halal dan baik, menjamin daging dan jeroan aman dan layak dikonsumsi, serta melakukan pemantauan penyakit hewan menular yang harus dilaporkan.