Ulama: Cegah Gerakan IS di Bogor Harus Persuasif

Dialog - E. Khaerul Yunus, Dewan Penasehat MUI Kabupaten Bogor dalam acara kajian rutin Keluarga Muslim Bogor (KMB) di Hotel Syahira, Paledang, Kota Bogor, Jumat (12/9). (Foto: Suut Amdani)
Dialog – E. Khaerul Yunus, Dewan Penasehat MUI Kabupaten Bogor dalam acara kajian rutin Keluarga Muslim Bogor (KMB) di Hotel Syahira, Paledang, Kota Bogor, Jumat (12/9). (Foto: Suut Amdani)

BD, BOGOR – Pemerintah hingga kini terus intens melakukan pengawasan terhadap penyebaran gerakan radikal Islamic State (IS) di Bogor. Namun, kalangan ulama menyarankan, aparat kepolisian harus melibatkan unsur muslim di Bogor.

”Ada kejadian, di Depok, pedagang es keliling memakai baju kalimat la ilaha illallah dalam huruf Arab, ditangkap, diinterogerasi selama tiga hari. Karena mirip dengan simbol yang dipakai oleh gerakan IS,” kata E. Khaerul Yunus, Dewan Penasehat MUI Kabupaten Bogor dalam acara kajian rutin Keluarga Muslim Bogor (KMB) di Hotel Syahira, Paledang, Kota Bogor, Jumat (12/9).

Dengan melibatkan kalangan muslim di Bogor, langkah pengawasan terhadap IS akan lebih efektif, tanpa menambah keresahan masyarakat. ”Jika ada yang dicurigai, kita bisa lakukan pendekatan secara persuasif. Kita ajak bicara, dari situ kita tahu apakan dia masuk IS atau tidak,” terang Yunus.

Menurut Yunus, isu radikalisme hingga pembantaian oleh IS juga berpengaruh pada pemahaman Islam secara global. ”IS telah berpengaruh besar terhadap citra Islam dalam pandangan jihad. Padahal kami sendiri juga mengecam bila benar IS melakukan pembantaian itu. Di Islam jelas ada etika bagaiman cara jihad,” imbuhnya.