Al Minhaj Boarding School Dipilih, Berikan Pendidikan Sesuai Tuntunan Rasul

Drs. Ust. Mulyadi, M.Ag. Ketua Yayasan SMP – SMA Al Minhaj Bogor. (Foto: Suut Amdani)
Drs. Ust. Mulyadi, M.Ag. Ketua Yayasan SMP – SMA Al Minhaj Bogor. (Foto: Suut Amdani)

BD, Bogor – Sekolah umum berbasis pesantren, atau kini tren dengan istilah boarding school makin dipilih masyarakat, dengan tujuan putra-putrinya menjadi pribadi cendikia yang menjunjung tinggi akhlak mulia, melalui pendidikan berbasis Islam.

Dibuka dua tahun lalu, SMP – SMA Al Minhaj yang berlokasi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor ini menerapkan sekolah umum manajemen sekolah berbasis pesantren makin dicari masyarakat, tidak hanya berasal dari wilayah Bogor saja, bahkan, luar daerah, dan negeri tetangga, Malaysia.

”Kebutuhan akan pendidikan berkonsep pesantren ini cukup besar. Al Minhaj yang dibuka dengan siswa tak lebih dari 40 orang tahun lalu, tahun ajaran baru tahun ini ada 220 siswa,” kata Drs. Ust. Mulyadi, M.Ag. Ketua Yayasan, Minggu (14/9).

Mulyadi tidak heran, jika ada sekolah yang sepi peminat sementara lainnya diperebutkan oleh masyarakat sebagai tempat pendidikan anaknya.

”Harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salahsatunya, komunitas orang muslim di Bogor. Pemintanya banyak. Keinginan anak-anak mendapatkan pendidikan ilmu pengetahuan dan keislaman ini mendorong boarding school menjadi pilihan,” ujarnya.

Al Minhaj menonjolkan pendidikan keislaman pada setiap siswa. Misalnya, hafalan Al Quran, mampu membaca Al Quran, dan bahasa arab. ”Ketiga hal ini wajib dimiliki oleh siswa. Kami tanamkan dari awal jenjang pendidikan di sekolah,” imbuhnya.

Ia juga menyebut, Al Minhaj bebas dari aliran tertentu. ”Kami merujuk segala sesuatu pada Al Quran, tuntunan Rasul dan para sahabat. Tidak ada aliran secara khusus,” tandasnya.

Al Minhaj berada di area 1.3 hetar ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang pendidikan siswa. Misalnya lapangan futsal, untuk mendukung prestasi siswa dalam olah raga.

Pendidikan selam 24 jam dalam pesantren putera dan puteri ini juga tidak sepenuhnya profit oriented. ”Bianyanya tidak mahal, tidak semua harus mahal, karena pendidikan sifatnya buka cari keuntungan materi,” pungkasnya.