Al Jazira Rajai Penjualan Produk Sari Kurma

Sari Kurma - Abdul Majid, Accounting Manager Al Jazira menunjukkan produk varian dari Sari Kurma Al Jazira. (Foto: Suut Amdani)
Sari Kurma – Abdul Majid, Accounting Manager Al Jazira menunjukkan produk varian dari Sari Kurma Al Jazira. (Foto: Suut Amdani)

BD, BOGOR – Permintaan pasar produk herbal sari kurma di Indonesia terus melambung. Al Jazira, sebagai produsen pertama sari kurma di Indonesia tetap memimpin pasar. Dikembangkan sejak tujuh tahun silam, kini penjualan Sari Kurma Al Jazira menembus 7.000 karton atau sekira 180.000 botol dalam sebulan.

“Kita menyadari, bahwa Al Jazira sekarang ini bukan pemain tunggal di produk herbal sari kurma. Muncul banyak kompetitor produk serupa di Indonesia. Namun, pasar terus berkembang, seiring kepercayaan masyarakat terhadap sari kurma sebagai minuman herbal yang baik untuk kesehatan,” terang Mulyadi, Komisaris CV. Amal Mulia Sejahtera, Produsen Sari Kurma Al Jazira, Kamis (11/9/2014).

Mulyadi mengatakan, melalui pengamatan pasar sari kurma di Indonesia hingga tahun 2014, sudah ada 70 produsen. Meski begitu, dengan jaringan distribusi kuat dan kualitas yang ditawarkan, Al Jazira masih menjadi penguasa pasar.

“Kami terus mengembangkan varian produk, seperti menggabungkan sari kurma dengan habatusauda, jinten hintam, dan madu. Jadi sekarang ada produk all in one. Khasiat lengkap dalam satu produk Al Jazira,” kata dia.

Al Jazira juga terus up date teknologi produksi. Ia menyebut telah memesan mesin produksi modern pengolahan sari kurma. Dengan modernisasi industri ini bakal menjanjikan kapasitas produksi dan biaya produksi lebih murah.

Sementara itu, Abdul Majid, Accounting Manager Al Jazira menambahkan, pengembangan varian produk sari kurma Al Jazira mendapat respon positif dari masyarakat.

”Awalnya, produk all in one ini sebagai pemecah kejenuhan pasar. Rupanya, permintaanya besar, kami cukup keteteran memenuhi permintaan pasar dengan produksi yang masih terbatas pada varian baru ini,” terang Majid.

Majid mengatakan, penambahan kapasitas produksi menjadi skala prioritas pengembangan usaha Al Jazira. ”Alat modern akan menjadi solusi. Juga kami akan kuatkan branding dalam kemasaan berhologram. Sebab, banyak Al Jazira palsu di pasaran,” katanya.

Biaya Produksi Naik

Langkah PT Pertamina menaikkan gas LPG 12 kg juga memukul industri menengah sari kurma Al Jazira. Dengan asumsi kenaikan harga Rp18 ribu per tabung saat ini, membuat biaya produksi naik. ”Tentu memberatkan produksi kami,” kata Majid.

Majid mengaku, dalam sehari produksi, Al Jazira menghabiskan 50 tabung gas LPG 12 kg. ”Sehari kita rugi satu juta rupiah. Penurunan omzet sudah pasti ada,” katanya.

Namun, Al Jazira belum menentukan opsi penaikan harga produknya. ”Kami tetap bertahan dulu dengan harga lama. Kita lihat harga pasaran dulu,” pungkasnya.