Ngumbah Tugu Kujang, Ritual Mencuci Pusaka Pasundan Pada Hari Jadi Kota Bogor

SPIDERMAN - Bak Spiderman, Walikota Bogor, Bima Arya, memanjat Tugu Kujang dalam prosesi Ngumbah Tugu Kujang, Minggu (24/5/2015) sore, sebagai bagian perayaan Hari Jadi Kota Bogor ke-533. (Foto: Suut Amdani)
SPIDERMAN – Bak Spiderman, Walikota Bogor, Bima Arya, memanjat Tugu Kujang dalam prosesi Ngumbah Tugu Kujang, Minggu (24/5/2015) sore, sebagai bagian perayaan Hari Jadi Kota Bogor ke-533. (Foto: Suut Amdani)

Bogor Tengah, BOGOR DAILY ** Setiap kali memperingati Hari Jadi Kota Bogor, prosesi ritual Ngumbah Tugu Kujang dilakukan. Walikota Bogor, Bima Arya, memanjat Tugu Kujang di pertigaan Jalan Pajajaran dan Otista dalam prosesi Ngumbah Tugu Kujang, Minggu (24/5/2015) sore, sebagai bagian perayaan Hari Jadi Kota Bogor ke-533.

Meski harus bersusah payah dan menguras tenaga, Bima akhirnya berhasil mencapai salah satu perisai lambang Kota Bogor yang menempel di dinding Tugu Kujang dan berlanjut dengan mengecat logo Kujang berwarna kuning keemasan.

“Pemanjatan ini luar biasa dan ternyata berbeda dengan latihan yang dilakukan di SMA Negeri 6 sebelumnya,” ujar Bima.

Kesulitannya, menurut Bima, karena posisi tugu setinggi kurang lebih 17 meter tersebut tegak lurus juga karena ditonton ratusan orang.

Pusaka Pasundan

Sementara itu, Ketua Lembaga Kebudayaan Sentradaksa, Cecep Toriq, mengatakan, Ngumbah Tugu Kujang digelar dalam rangka ngamumule Pusaka Pasundan yang merupakan pusaka urang sunda, senjata peninggalan dari kerajaan Pajajaran.

“Setiap tahun rutin kita pelihara agar tidak ada yang melecehkan,” tegas Toriq.

Dalam kegiatan ini, lanjut Toriq, Sentradaksa bekerja sama dengan beberapa komunitas seperti Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Federasi Panjat Tebing Indonesia cabang Kota Bogor, Mahasiswa Pelajar Pecinta Alam Semesta (Mapalas), para seniman, dan budayawan Bogor.

“Sebelumnya, kami melakukan ngarumat cai (mengambil air) untuk mencuci Tugu Kujang yang airnya diambil dari Cidangiang, bakbis Sempur, dan Cibogor,” tutur Toriq.

Tugu Kujang dibuat pada 1982 di masa kepemimpinan Walikota Ahmad Sobana. Prosesi pencuciannya pertama kali dilakukan pada 1990 di masa kepemimpinan Walikota Suratman.

“Dan Bima merupakan Walikota pertama yang berani memanjat tugu ini,” pungkasnya.