MetroNaz Rilis Album Kompilasi Musisi Bogor

Musisi Bogor merilis album kompilasi bersama MetroNaz di Kota Bogor. (Foto: Suut Amdani)
Musisi Bogor merilis album kompilasi bersama MetroNaz di Kota Bogor. (Foto: Suut Amdani)

Bogor, BOGOR DAILY ** Industri kreatif diperkirakan bakan menjadi tumpuan baru peningkatan ekonomi masyarakat. Salahsatunya, industri musik lokal Bogor. Bangkitnya industri musik lokal Bogor di mulai dari rilisnya Album Kompilasi, di bawah payung MetroNaz.

“Industri musik lokal Bogor boleh dikatakan tertinggal dari beberapa daerah, seperti Bandung dan Surabaya. Musik Indie Bogor dilihat dari kualitas sudah siap go publik, hanya saja butuh kerjasama, dan manajemen agar lebih profesional,” kata Hinpurwa – Publisher Naz Entertainment di sela Launching MetroNaz Compilation Music Album di Legato Cafe, Panduraya, Kota Bogor, Minggu (5/4).

Hinpurwa mengatakan, mulai pekan ini, MetroNaz Compilation Music Album sudah mulai diputar di radio secara Nasional. “Kita sudah distribusiakan. Kami berharap, warga Bogor ikut mendukung kebangkitan musik lokal,” ungkapnya.

Dalam album kompilasi ini, berisi 12 soundtrack yang diambil dari single jagoan dari delapan group band, tiga penyanyi tunggal (solo) dan satu girl band. Mereka adalah, D’Perjaka – Rempong, Ganeza – Pusi Cinta, Nukami – Cuma Kamu, Simple Track – Aku Bukan Boneka, Maul1ne – Kangen Setengah Mati, Kaisars – Penasaran, SIG – Andai, Crash – Move On, Andini Rini – Kecewa, Jawara – Cintaku Dicuri Orang, HenMars – Cintaku Mentok Dijanda, dan TNT – Bunga Biru.

“Semuanya asli dari Bogor. Mereka juga melewati 150 group yang sebelumnya menjalali audisi. Ini awal sebagai wadah kreatifitas, agar band lokal bisa berkembang bersama. Nanti, juga bakal ada tahap ke dua dan selanjutnya,” jelas Hinpurwa.

Dari ke-12 lagu tersebut, membawakan genre Pop. “Pop hingga saat ini menjadi jenis musik yang bisa diterima semua kalangan. Secara kualitas, mereka ini sudah memiliki standar, dan siap terjun ke industri muski yang profesional,” tuturnya.

Album ini Naz Publishing bekerjasama dengan Metro Digital Recording dan Kentang Digital Recording selama enam bulan. “Menyatukan mereka dalam satu album kompilasi tidak terlalu sulit. Dan hasilnya bisa anda dengarkan di radio sekarang,” pungkasnya.