Piala KBOF 2014 Diboyong ke Yogyakarta dan Lampung

Pemenang kompetisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor Olympic & Festifal (KBOF) 2014. (Foto: STIE Kesatuan)
Pemenang kompetisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor Olympic & Festifal (KBOF) 2014. (Foto: STIE Kesatuan)

Setelah tiga hari, para siswa berjibaku dalam kompetisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan Bogor Olympic & Festifal (KBOF) 2014, akhirnya piala bergilir diboyong ke Yogyakarta dan Lampung.

SMAN 1 Yogyakarta tampil sebagai juara satu bidang akutansi katerogi SMA, sedangkan SMK BPK Penabur Lampung juga menjuarai KBOF 2014 kategori SMK dalam bidang akutansi.

Lomba tahunan KBOF diikuti oleh SMK dan SMA dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta dan Bandar Lampung. Ada lima bidang kompetensi yang diperlombakan sepanjang 20-22 November, yakni Akutansi (51 tim), Marketing (25 tim), Komputer (17 tim), Sekretaris (27 sekolah) serta satu bidang baru, yakni Bursa Efek.

“Lomba ini sebagai salahsatu tolok ukur sejauh mana kualitas yang telah di capai masing-masing individu. Disamping itu, bimbingan dan arahan terhadap para generasi muda tentunya secara sinergis sangat diperlukan dalam bagian proses menuju sebuah kualitas,” kata Bambang Rahardjo, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat STIE Kesatuan Bogor, Sabtu (22/11).

Umi Ningsih, guru ekonomi SMAN 1 Yogyakarta yang tutur mendampingi tim mengapresiasi lomba di bidang akutansi tersebut. ”Siswa bercerita sempat kaget dengan standar soal yang diberikan. Sebab, selama ini SMA memang hanya diajarkan Akutansi dasar, tapi alhamdulillah kita juara. Siswa memang sudah persipan dengan soal-soal yang lebih tinggi dari umumnya anak SMA,” terangnya.

Umi bercerita, para peserta tidak dipilih oleh pihak sekolah, melainka siswa yang mengajukan diri. ”Dengan kesadaran sendiri, siswa yang maju dalam lomba mewakili sekolahnya, akan lebih siap, tidak dalam keadaan terpaksa,” ungkapnya.

Ia juga mengaku, SMAN 1 Yogyakarta sudah pernah menjuarai KBOF. ”Ini kedua kalinya. Kami sangat senang dan bangga, bisa kembali membawa pila bergilir STIE Kesatuan,” tutupnya.

Juri dari kegiatan ini berasal dari dosen-dosen STIE Kesatuan, juga dari lembaga-lembaga yang kompeten seperti dari Ikatan Akutansi Indonesia (IAI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Bursa Efek Indonesia.