Dua Bunker Peninggalan Jepang Ditemukan

Bunker peninggalan Jepang di Lawanggintung Rt. 01 RW. 08 Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. (Foto: ist)
Bunker peninggalan Jepang di Lawanggintung Rt. 01 RW. 08 Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. (Foto: ist)

Lawanggintung, BOGOR DAILY** Kota Bogor banyak mewarisi bangunan peninggalan masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Baru-baru ini, Walikota Bogor – Bima Arya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor – H. Shahlan Rasyidi, Camat Bogor Selatan – Drs. Herry Karnadi, dan Lurah Lawanggintung – Supriyadi, meninjau dua Bungker peninggalan Bangsa Jepang di Lawanggintung Rt. 01 RW. 08 Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Kepala Disbudpar Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi, menyebutkan dua bunker ini dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), berdasarkan hasil penelitian Disbudpar tahun 2010 lalu.

Bunker peninggalan Jepang saat menjajah Indonesia ini berfungsi untuk pengintaian. Dibawahnya posisi bunker tersebut terdapat Stasiun Batutulis, diyakini waktu dulu sebagai terminal logistik makanan dari arah Jakarta ke Sukabumi atau dari arah Sukabumi ke Jakarta.

Sayangnya, kedua bunker tersebut berada di tanah milik penduduk. Satu bungker berada di tanah Bank Mandiri, yang sekarang sudah milik Pa Cong. Sedangkan bunker ke dua berada di tanah restoran Bukit Gumati.

Ketua LPM Lawang Gintung, Jajang Suherman berharap, jika bunker dianggap sebagai benda cagar budaya, bisa dilestarikan, diperdayakan dan manfaatkan untuk nilai-nilai ilmiah.

Ia berharap Pemerintah Kota Bogor menjadikan Kelurahan Lawanggintung dan Batutulis sebagai Kelurahan kawasan Heritage. Ke depan, bisa menjadi obyek daya tarik wisata dan diangkat sebagai promosi Pariwisata Kota Bogor.

Walikota Bogor, Bima Arya sependapat. Dua bunker tersebut dianggap sebagai aset sejarah Kota Bogor yang harus dirawat dan dipertahankan.

“Keberadaanya harus dioptimalkan untuk kepentingan sejarah, jadi sayang kalau tidak terpelihara. Pemkot Bogor sudah mengkaji dan berusaha lahan tersebut bisa di ambil alih oleh pemerintah dalam kepemilikkannya. Tapi tentu harus membicarakan dengan Dewan. Melihat kondisi anggaran kita apakah memungkinkan untuk dianggarkan tahun depan,” terangnya.